.:Situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Yogyakarta ini masih dalam perbaikan:.
Tampilkan postingan dengan label e-KTP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e-KTP. Tampilkan semua postingan

Pelaksanaan Program Jemput Bola e-KTP SMA/SMK Kota Yogyakarta




Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta telah melaksanakan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ke SMA/SMK di kota Yogyakarta dalam program jemput bola. Dalam jangka waktu 22 Juli – 31 Juli 2013, Dindukcapil telah mendatangi 16 sekolah dengan membagi dua tim ke dua sekolah berbeda tiap harinya. Program ini tidak hanya ditujukan untuk sekolah negeri, tetapi juga untuk siswa sekolah swasta sehingga program ini akan kembali berlanjut setelah Idul Fitri 1434 H mendatang.

Program ini ditujukan untuk siswa SMA/SMK yang mempunyai Kartu Keluarga kota Yogyakarta dengan tahun kelahiran 1996 hingga 1998 sehingga siswa yang belum berusia 17 tahun bisa melakukan perekaman data, namun e-KTP akan diberikan saat siswa tersebut sudah berusia 17 tahun. Dalam satu hari kerja, total siswa yang mengikuti perekaman e-KTP bisa mencapai lebih dari 100 siswa per sekolah.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa siswa yang tidak dapat melakukan perekaman e-KTP dikarenakan data tidak ada atau dibekukan. Supaya dapat melakukan perekaman e-KTP, maka data yang dibekukan tersebut harus diaktifkan dengan melampirkan surat keterangan dari RT.


Dindukcapil Siapkan Perekaman e-KTP ke Sekolah

YOGYA (KRjogja.com) - Selama Ramadan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta akan melakukan perekaman data e-KTP ke tiap-tiap sekolah. Hal tersebut dilakukan guna menyasar penduduk wajib KTP pemula atau yang sudah berusia 17 tahun.
Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Dindukcapil Kota Yogyakarta, Deddy Feriza, perekaman dengan sistem jemput bola ke sekolah-sekolah tersebut rencananya akan digelar selama 2 pekan. "Sedang kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Harapan kami, dalam satu hari beberapa sekolah bisa kami datangi karena alatnya cukup terbatas," ungkapnya, Selasa (09/07/2013).
Siswa yang nantinya akan direkam untuk KTP elektronik, tidak harus yang sudah berusia 17 tahun lebih. Siswa yang usianya masih dibawah 17 tahun asalkan pada Desember 2013 mendatang sudah berusia wajib KTP, maka akan turut direkam.
Menurut Deddy, potensi wajib KTP pemula di Kota Yogyakarta mencapai 2.000 orang. Akan tetapi, perekaman jemput bola ke sekolah tersebut baru akan digelar untuk SMA/SMK Negeri terlebih dahulu. Sedangkan sekolah swasta, nanti akan dilakukan menyusul. "Waktu kami juga terbatas, sehingga perlu ada prioritas. Toh, perekaman di wilayah juga masih kami lakukan," imbuhnya.
Terkait realisasi perekaman data KTP elektronik, menurut Deddy, capaiannya sudah 94,18 persen dari total wajib KTP sebanyak 322.585 warga. Akan tetapi dari wajib KTP tersebut, Dindukcapil terpaksa membekukan data 28.655 warga karena sudah tidak diketahui keberadaannya.
Data warga yang dibekukan tersebut merupakan hasil verifikasi dan pemutakhiran yang melibatkan pengurus RT setempat. Sebagian besar sudah tidak domisili, meninggal dunia serta tidak dikenal. "Jika nanti tiba-tiba muncul warga yang sesuai dalam data yang sudah kami bekukan, maka bisa diaktifkan kembali dengan melampirkan surat keterangan dari RT," jelasnya. (R-9)
Diambil dari krjogja.comSelasa, 9 Juli 2013 | 16:38 WIB

PROGRAM e-KTP: Perekaman Data e-KTP di Yogya Bisa di Akhir Pekan

BISNIS.COM, YOGYAKARTA-Sejumlah kecamatan di Kota Yogyakarta berencana melakukan pelayanan perekaman data kependudukan dalam program percepatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada akhir pekan sehingga pencapaian perekaman bisa ditingkatkan.

"Kami menerima laporan, akan ada beberapa kecamatan yang melakukan perekaman pada akhir pekan ini seperti Wirobrajan, Gondokusuman dan juga Umbulharjo," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta, Deddy Feriza, Kamis (9/3/2013).

Berdasarkan data pencapaian perekaman e-KTP di ketiga kecamatan tersebut hingga akhir April, jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP cukup banyak bila dibanding dengan 11 kecamatan lain di Kota Yogyakarta.

Di Wirobrajan, dari 21.061 warga yang wajib memiliki KTP masih ada sebanyak 2.820 warga yang belum melakukan perekaman, di Kecamatan Gondokusuman terdapat 7.820 warga yang belum melakukan perekaman dari 35.580 warga yang wajib memiliki e-KTP, sedang di Umbulharjo dari 50.832 warga wajib KTP masih ada 8.406 warga yang belum melakukan perekaman. Di Kota Yogyakarta, masih ada sekitar 50.000 warga yang belum melakukan perekaman e-KTP hingga akhir April.
"Jika pelayanan dilaksanakan akhir pekan, maka diharapkan akan bisa menjaring warga yang sehari-hari bekerja di luar kota karena pada akhir pekan mereka pulang ke Yogyakarta," katanya.
Petugas dari Dindukcapil Kota Yogyakarta, paparnya, akan melakukan pengecekan ke wilayah untuk melihat secara langsung pelaksanaan perekaman pada akhir pekan tersebut.

Sejak awal pekan, seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta sudah kembali dapat melaksanakan pelayanan perekaman e-KTP karena sudah ada dua set komputer. Satu set komputer untuk aktivasi dan satu lagi untuk perekaman.

"Kami juga masih terus melaksanakan perekaman jemput bola ke kelurahan-kelurahan. Warga cukup antusias karena mereka lebih dekat ke pelayanan".

Selain itu, Dindukcapil juga sudah menyebarkan data penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP ke seluruh rukun tetangga (RT) di Kota Yogyakarta.
Masing-masing RT diminta melakukan verifikasi terhadap data tersebut sehingga diketahui penduduk yang masih tinggal di Yogyakarta atau penduduk yang sudah pindah.

"Data hasil verifikasi itu diharapkan dapat diterima kembali oleh Dindukcapil pada pertengahan Mei". (antara/yus)
Sumber : Newswire
Editor : Yusran Yunus
Diambil dari bisnis.comKamis, 09 Mei 2013 | 17:47 WIB